“”Ce, ini majalah baru ya?” tanya Gina ke Tasha, cece sepupunya.
“Iya, kemaren baru beli.” jawab Tasha.
“Majalah Asian Hits? Cover depannya siapa nih ce?” tanya Gina lagi.
“Oh.. itu SHINee namanya..” jawab Tasha.
“Beda yah sama majalah yang aku pinjem minggu lalu?” tanya Gina.
“Majalahnya sih sama-sama Asian Hits tapi covernya beda. Yang kamu pinjem minggu lalu covernya Super Junior.” jelas Tasha.
“Super Junior itu jumlahnya 10 orang kan? Eh, yang ini cakep nih ce..” seru Gina sambil menunjuk salah seorang model cover majalah Asian Hits.
“Yang mana? Oh, itu namanya Jonghyun. Kim Jonghyun..” jawab Tasha.
“Cakep nih.. hehe.. majalah Asian Hits yang ini buat aku ya ce?” tanya Gina.
“Kamu mau?” tanya Tasha lagi.
“Iya..” jawab Gina.
“Kapan-kapan beli sendiri ya..” seru Tasha.
“Iya, iya..” jawab Gina.
3 tahun kemudian …
“Sayang, kamu udah beres-beres baju belom? Besok pagi kan kamu mau berangkat ke Korea?” tanya nyokapnya Gina.
“Udah kok, ma. Tadi sore, ce Tasha bantuin aku buat nyiapin barang-batang aku. Bawa 2 koper gitu deh..” jelas Gina ke nyokapnya.
“Oh, bagus deh kalo gitu. Sekarang, kamu samperin papa di ruang kerjanya gih.. tadi papa nyuruh mama untuk manggil kamu.” seru mamanya.
“Oh, oke deh, ma.” jawab Gina sambil beranjak menuju ruang kerja bokapnya. “Misi, pa.. kenapa manggil aku?” tanya Gina ke bokapnya.
“Kamu besok jadi berangkay ke Korea kan?” tanya bokapnya Gina.
“Jadi kok, pa. kenapa?” tanya Gina lagi.
“Papa mau kasih uang saku ke kamu. 50 juta cukup kan untuk satu minggu disana?” tanya bokapnya sambil mengeluarkan sejumlah uang dari laci mejanya.
“Cukuplah, pa. makasih ya, pa..” seru Gina sambil beranjak kembali ke kamarnya.
Gina berangkat ke bandara Soekarnoe-Hatta dengan diantar oleh supirnya. Setengah jam setelah menunggu, pesawat yang ditumpangi oleh Gina segera lepas landas menuju Seoul, Korea Selatan.
Sesampainya di Korea, Gina menaiki taxi menuju Paradise Hotel, hotel berbintang lima yang terletak di sebelah Seoul Plaza. Gina menghabiskan satu hari penuh dengan berdiam di dalam kamar hotel. Ia langsung menelpon orangtuanya dan mengatakan kalau ia sudah sampai dengan selamat di Seoul. Gina tidak perlu repot-repot untuk mengganti simcard karena ayahnya telah memberikan simcard SingTel yang aktif di negara-negara tertentu, termasuk Korea. Keesokkan harinya, Gina berjalan-jalan menuju Seoul Plaza untuk berbelanja beberapa souvenir. Sebenarnya, Gina berangkat menuju Korea karena ia ingin menonton SHINee World Concert yang akan di adakan 7 hari lagi di Yoyogo National Gymnatium, Seoul, Korea Selatan. Gina sudah memesan tiket VVIP melalui situs resmi SM Entertaiment jauh-jauh hari sebelum ia berangkat ke Korea. Di Seoul Plaza, Gina menghampiri restorant mie ramen dan memesan mie ramen rasa kimchi. Gina memesan dalam bahasa Korea karena Gina sudah fasih dalam percakapan bahasa Korea. Tak lama, mie ramen pesanan Gina diantar ke mejanya. Sambil menunggu mie-nya agak dingin, Gina melihat-lihat ke sekitarnya. Matanya tertuju pada seorang laki-laki yang baru masuk dan berjalan melewati mejanya. Gina mengamati laki-laki itu. Saat Gina mendengar suara laki-laki itu, ia merasa kalau suara laki-laki itu sangat familiar di telinganya. Gina mengamati laki-laki itu dengan seksama, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Laki-laki itu mengenakan pakaian santai namun elegan dengan jaket kulit hitam, sepatu kets ditambah dengan kacamata hitam yang menghiasi wajahnya. Rambut laki-laki itu dibiarkan terurai dengan acak-acakkan tetapi tetap terkesan keren. Merasa perutnya keroncongan, Gina mulai melahap mie ramennya. Tiba-tiba..
“ADUH!!” seru laki-laki itu dalam bahasa Korea.
“Aw.. panas-panas!” seru Gina dalam bahasa Korea juga.
Ternyata laki-laki itu tersandung kakinya Gina saat ia membawa mie ramen pesanannya., sehingga, mie ramen yang panas itu tumpah ke tubuh Gina.
“Mianhaeyo.. (maaf..)” seru laki-laki itu.
“Mmm.. cheonmaneyo.. (tidak apa-apa)” jawab Gina.
“Jeongmal mianhae (sangat maaf), saya tidak sengaja. Apa yang bisa saya lakukan? Mau kubelikan baju baru? Apa yang kau butuhkan, chingu (teman)?” tanya laki-laki itu dengan nada yang khawatir.
“Aku tidak apa-apa” jawab Gina polos.
“Tapi bajumu basah dan bau mie. Ayo, kita cari baju baru untukmu..” seru laki-laki itu sambil membantu Gina berdiri.
Gina pasrah saja dan mengikuti laki-laki itu.
“Ini butik langgananku. Silahkan kamu pilih baju sesukamu, nanti aku yang bayar.” jelas laki-laki itu.
Gina berjalan-jalan dan melihat-lihat sampai akhirnya, ia memutuskan untuk memilih kaos polos dan satu celana jeans pendek.
“Sini, biar aku yang bayar.” seru laki-laki itu.
“Tak usah, aku saja..” jawab Gina.
“Aku saja. Kalau kau yang bayar, aku akan dihantui rasa bersalah, tahu?” tanya laki-laki itu.
“Huh.. baiklah. Kau yang bayar..” jawab Gina.
“Lebih baik, kau ganti bajumu sekarang..” tawar laki-laki itu.
“Ya.. aku pergi ke fitting roon dulu ya..”
“Baiklah.. aku tunggu disini.”
5 menit kemudian
“Kau mau menemaniku makan ice cream?” tanya laki-laki itu.
“Ice cream? Boleh..” jawab Gina.
“Kau mau rasa apa?” tanya laki-laki itu.
“Strawberry! Aku suka strawberry..” seru Gina.
“Aku juga suka.. kalau gitu, ice cream strawberry 2 cup..” seru laki-laki itu ke penjaga counter.
“Ini untukmu. Ayo, kita duduk disana..” ajak laki-laki itu.
“Ne, gomawo. (ya, terima kasih)” jawab Gina.
“Kau orang mana?” tanya laki-laki itu.
“Aku? Oh iya, kita belum berkenalan..” jawab Gina.
“Oh iya, aku sampai lupa.. annyeonghaseyo (hallo), nama saya adalah Kim Jongwo, saya asli orang Korea. Lahir tanggal 8 April 1990. Mannaso bangap semnida (senang bertemu denganmu)!” seru Jongwo memperkenalkan diri.
“Ne, mannaso bangap semnida.. nama saya Regina Michelle Widjaja, kamu bisa panggil saya Gina. Saya warga negara Indonesia. Saya lahir tanggal 7 September 1992. Jadi, saya harus memanggilmu Jongwo oppa..” jelas Gina.
“Kamu orang Indonesia? Bahasa Koreamu lancar sekali. Hebaatt! Sedang apa kamu di Korea?” tanya Jongwo.
“Aku belajar bahasa Korea selama 3 tahun. Jadi, bahasa Korea-ku lumayan lancar dan aku suka Korea!” seru Gina.
“Jadi, kamu hanya berwisata saja di Korea?” tanya Jongwo.
“Sebenarnya sih tidak. Kau tahu boyband SHINee? Sekelompok boyband yang amat sangat terkenal dan memiliki anggota 5 orang itu?” tanya Gina.
“Ya, tentu saja aku tahu..” jawab Jongwo dengan nada waswas.
“Kau tahu salah satu anggota SHINee yang bernama Kim Jong Hyun oppa?” tanya Gina lagi.
“Ya, aku tahu..” jawab Jong Wo sambil membetulkan kacamatanya.
“Aku adalah fansnya! Dan maksud kedatanganku ialah untuk menonton SHINee World Concert yang diadakan di Yoyogi National Gymnatium. Semua kulakukan demi Kim Jonghyun oppa. Dia bukan hanya idolaku, tapi ia sudah seperti bagian dari diriku. Aku tak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa cintaku ini. Aku lebih memilih Kim Jonghyun oppa dibandingkan dengan apapun yang kumiliki. Aku mencintainya..” jelas Gina panjang lebar.
“Ceritamu membuatku tersentuh. Kim Jonghyun-ssi pasti sangat bangga apabila ia tahu kalau ia mempunya fans sepertimu. Selain itu, apa yang telah kau lakukan untuk menunjukkan rasa cintamu?” tanya Jongwo.
“Apa ya? Wallpaper di kamarku adalah poster Kim Jonghyun, semuanya deh pokoknya. Screensaver HP dan laptop juga fotonya Kim Jonghyun oppa. Selimutku juga fotonya Kim Jonghyun oppa. Aku juga mengoleksi barang-barang milik SHINee, aku beli di situs resmi SMEntertain. Walaupun harganya mahal, tapi, apapun demi SHINee oppadeul!” seru Gina.
“Kalau begitu, lagu apa yang kau suka?” tanya Jongwo.
“Banyak sekali. Semuanya aku suka..” jawab Gina.
“Fans yang hebat” gumam Jongwo.
“Mwo (apa)?” tanya Gina.
“Tidak apa-apa..” jawab Jongwo.
“Oh iya, saat aku melihatmu di restorant mie ramen tadi, aku sempat menganggapmu Kim Jonghyun oppa lho..” seru Gina.
“Apa?” tanya Jongwo tidak percaya.
“Ne.. gaya rambut, style, tinggi badan hingga suaramu hampir mirip dengan Kim Jonghyun oppa..” seru Gina.
“Kamu ada-ada saja..” tawa Jongwo sambil menahan kaget.
“Jongwo oppa, maukah kau membantuku?” tanya Gina.
“Bantu apa?” tanya Jongwo balik.
“Selama aku disini, temani aku ya? Aku kan tidak begitu tahu tentang Korea. Mau ya?” tanya Gina sedikit manja.
“Baiklah. Akan aku temani..” jawab Jongwo
“Kau baik sekali.. gomawoyo (terima kasih banyak) oppa!”
“Ne (iya). Nomor HPmu berapa?”
“Aku catat di kertas ya?”
“Langsung di HPku saja, nanti aku telepon kamu.”
“Baiklah.”
Percakapan antara Gina dan Jongwo harus berakhir karena Jong Wo harus pergi sedangkan Gina pulang ke hotelnya dengan menggunakan taxi. Setelah mandi, Gina mengecek handphone-nya dan ternyata Jongwo belum menelponnya. Gina meletakkan handphonenya dan mulai mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer. Tiba-tiba, lagu replay-nya SHINee berbunyi yang menandakan adanya telepon masuk di HPnya Gina.
“Yobosyo (hallo)?” seru Gina.
“Annyeong, Gina-ssi.. ini Kim Jonghyu.., mm, maksudnya Kim Jongwo. Cepat lihat TV di saluran SMChannel. Sekarang ya.. dan telepon ini tidak boleh mati sampai kamu mendengar suaraku lagi. Aku tinggal ya..” seru Jongwo.
“Maksudnya apa?” tanya Gina.
Tidak ada tanggapan dari Jongwo. Gina segera beranjak menuju TV dan menyalakan SMChannel. Ternyata ada SHINee yang sekarang sedang interview oleh MC acara. Gina binggung karena suara di telepon sama dengan suara yang ada di TV. Malahan, suara yang di telepon lebih jelas dan terdengar seperti percakapan sesungguhnya. Gina lebih bingung lagi saat melihat Jonghyun mengenakan pakaian yang sama dengan Jongwo tadi. Bedanya, Jonghyun tidak memakai kacamata hitam dan rambutnya tidak seperti Jongwo. Setelah interview selesai, SHINee menyanyikan lagu Lucifer dan Hello lalu berpamitan kepada penonton dan kembali ke backstage.
“Yoboseyo, Gina-ssi?” sapa Jongwo di telepon.
“Ne.. Jongwo oppa. Kenapa bajumu sama dengan Jonghyun oppa? Dan apa maksudnya tadi?” tanya Gina.
“Sama? Masa sih? Tadi aku pergi menemui temanku dan telepon ini aku tinggalkan di depan speaker TV-ku jadi, kamu bisa mendengarkan suara merdu SHINee di dua sisi, itu maksudku..” jelas Jongwo.
“Oh.. baiklah. Mungkin Cuma kebetulan. Besok aku mau jalan-jalan keliling kota Seoul. Bisakah kau mengantarku?” tanya Gina.
“Jam berapa?” tanya Jongwo.
“Jam berapa saja yang kamu bisa..” jawab Gina.
“Bagaimana kalau jam 2 siang? Nanti kamu aku jemput.”
“Oke. Jam 2 siang.”
“Nomor kamar hotelmu berapa?”
“Paradise Hotel Cottage J nomor 12.”
“Baiklah. Besok tunggu aku ya..”
“Itu sudah pasti”
“Haha.. baiklah, selamat malam.”
“Malam juga.”
“Selamat mimpi indah, Gina-ssi.”
“Ne, gomawo (ya, terima kasih).”
Keesokan harinya, Jongwo menjemput Gina tepat pada pk 02.00 p.m. jongwo mengajak Gina untuk pergi ke Newland Theme Park: tempat bermain, festival garden, amazon express hingga safari ada di dalam taman ini. Gina dan Jongwo bermain-main di taman itu, melihat-lihat beberapa jenis tumbuhan khas Korea dan melihat hewan-hewan di bagian safarinya. Hingga akhirnya, waktu menunjukkan pk 06.00 p.m dan taman akan di tutup dan mereka berdua beranjak pergi. Ternyata, Jongwo mengajak Gina ke Seoul Plaza untuk makan mie ramen yang waktu itu sempat tertunda. Selesai makan, Gina mengajak Jongwo untuk berbelanja. Gina masuk ke sebuah butik yang bernama Royal Avenue, tempat ia membeli baju kemarin.
“Jongwo oppa, sini. Lihat baju ini!” panggil Gina.
“Kenapa?” tanya Jongwo.
“Aku mau membeli baju couple ini. Menurutmu, bagusan warna merah atau putih?” tanya Gina.
“Merah lebih bagus sepertinya.”
“Aku pikir juga begitu. Jonghyun oppa kan suka warna merah. Jadi, aku beli warna merah saja deh..”
“Memangnya baju ini untuk siapa?”
“Ini untukmu, Jongwo oppa.”
“Aku?”
“Ya. Kamu sudah baik hati sekali mau menemaniku..”
“Ah. Tidak apa-apa. Tapi, terima kasih untuk bajunya.”
“Ngomong-ngomong, siapa nama temanmu yang memiliki butik tadi?”
“Mmm, Park Jung Min, kenapa?”
“Park Jung Min? dia kan artis?”
“Ya. Dia adalah mantan anggota dari boyband SS501.”
“Ya, aku tahu. Kau hebat sekali bisa mengenalnya..”
Gina diantar pulang oleh Kim Jongwo. Sebelum itu, Jongwo minta maaf karena ia tidak bisa menemani Gina jalan-jalan karena ia ada rapat kerja.
Dari malam sampai tidur, dari bangun pagi sampai makan siang, dari sore hari sampai malam hari lagi, Gina dan Jongwo tidak pernah lepas dari HP masing-masing. Mereka selalu saja sms-an.
Keesokannya, Jongwo mengajak Gina main ski di Tiger World, tempat main ski indoor yang terkenal di Seoul. Selesai main ski, mereka pergi ke Nami Island untuk mengobrol dan bersantai. Dalam minggu ini, Jongwo selalu menemani Gina ke tempat-tempat terkenal di Korea Selatan seperti Dongdaemun Market, Phoenix Park, Jeonju City, Namdaemun Park hingga National Stadium. Berbelanja, bermain, meliha-lihat, foto-foto hingga menonton bioskop bersama-sama. Mereka menjadi semakin akrab hingga akhirnya, Gina dan Jongwo menyadari kalau mereka mempunyai rasa satu sama lain.
“Gina-ssi, mianhae (maaf). Besok, saat SHINee World Concert aku tidak bisa menemanimu. Aku hanya bisa mengantar dan menjemputmu saja..” seru Jongwo di telepon.
“Kenapa? Kau ada urusan?” tanya Gina.
“Ya. Aku tidak bisa menjelaskannya padamu. Tapi aku benar-benar tidak bisa menemanimu. Mianhaeyo (sangat maaf)”
“Mmm, baiklah. Aku mengerti. Asal kau bisa mengantar dan menjemputku, aku sudah senang.”
“Syukurlah kalau kau tidak marah. Aku kira, kau akan marah.”
“Ah, tidak mungkin aku marah padamu, Jongwo oppa..”
“Oh iya, kamu sudah mempersiapkan atribut untuk besok kan?”
“Ya. kenapa?”
“Tidak. Aku hanya mengecek saja.”
“Hoamm, aku mengantuk.”
“Kalau begitu, kamu tidur saja. Siapkan energy untuk besok.”
“Ya baiklah. Aku akan tidur sekarang.”
“Semoga kamu bermimpi indah tentang aku.”
“Kamu?”
“Mmm, maaf. Maksudku, Kim Jonghyun-ssi.”
“Ya. Aku harus memimpikannya mala mini.”
“Haha. Baiklah. Selamat tidur, ya..”
“Terima kasih, Jongwo oppa. Selamat malam.”
Keesokan harinya...
“Astaga. Kau cantik sekali hari ini..” puji Jongwo.
“Jongwo oppa, kau terlalu memuji..” jawab Gina tersipu malu.
“Pujianku benar. Aku tidak bohong. Kau terlihat imut dengan kaos, high heels, balon dan light stick berwarna pearl light green itu.”
“Ya. Semuanya senada dengan warna balon SHINee.”
“Kau adalah fans setia. Celana pendek itu yang kamu beli bersamaku di butik Jung Min kan?”
“Ya. Cocok bukan?”
“Ya. Amat sangat cocok. Memangnya, kamu kapan ke salon?”
“Salon? Untuk apa?”
“Make up di wajahmu? Curly hair itu? Mm, aku tahu. Kamu melakukannya sendiri kan?”
“Haha. Iya. Sebelum kau datang. Jongwo oppa, bagaiman kalau kita pergi sekarang?”
“Sekarang? Konsernya baru akan mulai 3 jam lagi kan?”
“Ya. Aku tahu. Tapi, aku mau melihat tempat itu secepat yang aku bisa.”
“Baiklah. Kau tidak takut kepanasan?”
“Kau lupa? Aku membeli tiket VVIP, tidak akan pernah kepanasan. VVIP nomor 8, sesuai dengan tanggal lahir Jonghyun oppa.”
“Oh iya. VVIP class. Aku lupa. Baiklah, kita jalan sekarang.”
“Ayo!” seru Gina semangat sambil menyemprotkan parfum di bajunya dan beranjak pergi.
***
“Annyeonghaseyo, SHINee ibnida (hallo, ini adalah SHINee)” seru SHINee di depan panggung.
SHINee menyanyikan lagu pembuka, Hello dan Replay lalu SHINee menyapa penonton dan mengucapkan terima kasih karena penjualan tiket kali ini habis dalam waktu setengah jam setelah loket penjualan dibuka untuk umum. Dalam konser ini, SHINee membawakan 8 lagu terbaiknya yang disertai dengan gerakan tarian yang di improvisasi. SHINee juga mengadakan kontak dengan penonton dengan cara turun dari panggung dan menghampiri penonton. Teriakan para fans menggema di Yoyogi National Gymnatium ini. Gina juga teriak-teriak saat Jonghyun, Minho, Onew, Key dan Taemin melewatinya dan Jonghyun sempat tersenyum ke arahnya. Konser ini diakhiri dengan pelemparan pin SHAWOL yang sudah ditanda-tangani oleh masing-masing member. Karena barisan VVIP berada di paling depan, dekat panggung, banyak orang dari barisan VVIP yang berhasil mendapatkan pin itu, termasuk Gina.
SHINee juga mengadakan surprise untuk satu orang penonton yang beruntung. Penonton itu akan ditelpon dan diajak naik ke panggung dan duet berdua dan salah satu idola penonton itu. MC memberikan sebuah telepon genggam ke tangan Onew lalu, Onew berkata:
“Tadi, Jonghyun sudah memilih nomornya dan aku tidak pantas untuk menelpon penonton yang beruntung itu. Dengan hormat, kuberikan telpon ini kepada Jonghyun” begitu kata Onew.
“Terima kasih, Onew hyung” seru Jonghyun seraya mengambil telepon genggam itu dan menelpon nomor yang telah tersedia. Jonghyun menempelkan telepon genggam itu ke telinganya.
*continue*

0 komentar:
Posting Komentar