Jumat, 25 Februari 2011

MY LOVE STORY

Aku termenung menatap foto di hadapanku. “Huh..” aku menghela nafas. Setitik air langsung membasahi pipiku. Kenapa aku harus menangis lagi setiap melihat foto ini? Kenapa foto ini selalu mengingatkanku pada kejadian 2 tahun lalu?
***
Namaku adalah Michelle Koizumi, seorang model dan artis terkenal di Jepang dan di Indonesia karena aku adalah anak blasteran Jepang dan Indonesia. Aku memiliki kakak laki-laki bernama Takuya Koizumi, merupakan artis terkenal di Jepang. Dialah yang meninggal karena kecelakaan 2 tahun yang lalu. Padahal saat itu kariernya sedang sangat baik. Semua bermula saat aku dan kak Takuya menaiki motor menuju tempat pemotretan, namun, ada truk bermuatan yang menabrak motor kami. Sehingga kakakku terpelanting dan kepalanya mengahntam aspal saat melindungiku. Kakakku pingsan dengan darah yang mengalir di dahinya dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku langsung menaiki taxi dan membawa kakakku ke rumah sakit terdekat. Ketika di rumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan kakakku dan menyimpulkan bahwa kakakku mengalami pendarahan serius di otak. Aku terkejut dan langsung menelpon orangtuaku yang ada di Jakarta agar mereka segera berangkat ke Jepang. Kak Takuya meninggal 4 hari setelah koma di rumah sakit. Setelah itu, banyak wartawan yang mencari aku untuk meminta penjelasan mengenai kecelakaan tersebut dan banyak dari penggemar kakakku menyalahkanku karena kak takuya harus mati untuk menyelamatkanku. Selama berhari-hari, aku menyalahkan diriku sendiri dan aku tidak bisa melupakan kejadian tragis yang merenggut nyawa kakakku hingga saat ini.
***
“Tok.. Tok.. Tok..” ketukan di pintu membuyarkan lamunanku. Dengan segera, kuhapus air mataku dan segera membukakan pintu.
“Hai Koizumi!” sapa Fuyumi, teman baikku.
“Hai Fuyumi! Ayo masuk.” kataku.
“Jam berapa kau tiba di Jepang kemarin?” tanya Fuyumi.
“Jam 8 malam. Kemarin ada sedikit perubahan jadwal keberangkatan di Bandara Soekarnoe-Hatta.” jelasku.
“Maaf. Aku tidak bisa menjemputmu di Bandara karena kemarin aku benar-benar sibuk.” keluh Fuyumi.
“Taka pa-apa. Kemarin aku naik taxi.” jawabku.
“Apakah besok kau ada jadwal pemotretan?” tanya Fuyumi.
“Ya. Besok aku pemotretan dari pagi hingga malam.” jawabku.
“Hei! Kau harus menjaga kesehatanmu. Jangan sampai kau jatuh sakit.” saran Fuyumi
“Ya. Aku tahu hal itu.” jawabku.
***
Pagi-pagi sekitar jam 10 pagi, aku sudah sampai di studio. Hari ini aku akan menjalani sesi foto untuk cover depan majalah Asian Hits, majalah yang terkenal di Indonesia, Jepang dan China.
“Selamat pagi, Pak Fujita.” sapaku kepada fotograferku.
“Selamat pagi, Michelle. Kemarilah, akan kuperkenalkan lawan mainmu dalam pemotretan ini.” kata Pak Fujita.
“Perkenalkan ini Kim Jonghyun. Artis korea sekaliguas leader vocal boyband SHINee. Kenalkan, ini Michelle Koizumi. Artis dan model terkenal di Jepang dan di Indonesia. Semoga kalian dapat bekerja sama dengan baik.” kata Pak Fujita yang saling memperkenalkan kami. Laki-laki yang baru kukenal ini begitu mirip dengan kak Takuya.
“Perkenalkan, nama saya Kim Jonghyun. Senang berkenalan dengan anda.” katanya sambil membungkukkan badan.
‘Astaga! Suaranya pun sangat mirip dengan kak Takuya.’ batinku.
“Perkenalkan, nama saya Michelle Koizumi.” kataku gugup sambil membungkukkan badan juga.
“Saya pergi dulu. Kalian mengobrolah..” kata Pak Fujita sambil melangkah keluar ruangan dam meninggalkan kami.
‘dare ni demo.. botan hitotsu kakechi gaete, sure chi ga-eu higa aru nae~’ handphoneku bordering.
“Aku ada telepon. Permisi.” kataku kepada Jonghyun.
“Halo, mama? Ada apa? Oh. Aku baik-baik saja.. sekarang? Aku sedang ada pemotretan. Baiklah, nanti aku telepon lagi. Dah, mama..” kataku sambil menutup telepon.
“Kalau boleh tahu, kamu barusan berbicara dalam bahasa apa?” kata Jonghyun.
“Bahasa Indonesia.” jawabku simpel.
“Memangnya kau orang Indonesia?” tanya Jonghyun heran.
“Iya. Ayahku adalah orang Jepang sedangkan ibuku adalah orang Indonesia.” jawabku.
“Oh, begitu..” serunya sambil tersenyum.
Untuk kesekian kali, aku merasa kaget karena senyumannya mirip sekali dengan senyuman kak Takuya.
Tiba-tiba piñata riasku memanggilku.
“Sepertinya, aku harus bersiap-siap.” kataku kepada Jonghyun.
“Ya. Aku juga harus bersiap-siap. Sampai nanti.” kata Jonghyun.
***
Oh dear.. kenapa dia begitu mirip dengan kak Takuya? Seperti kak Takuya hidup kembali dalam dirinya.
“Haaaahh..~” aku menghela nafas panjang.
“Kau kenapa, Koizumi?” tanya penata riasku.
“Ah.. aku tidak apa-apa.” jawabku.
Sesi pemotretan berjalan dengan sangat baik. Aku pun mulai akrab dengan Jonghyun sampai akhirnya, pemotretan berakhir saat jam menunjukkan pk 09.30 p.m .
“Hai, Michelle.” Jonghyun berteriak memanggilku.
“Ada apa?” tanyaku lagi.
“Tidak apa-apa. Apakah kau mau pulang?” tanya Jonghyun.
“Iya. Sudah malam dan aku capek sekali.” jawabku.
“Mau kuantar pulang?” tanya Jonghyun menawarkan.
“Ah, tidak usah. Aku bisa pulang sendiri dengan menggunakan bus. Kau tidak perlu repot-repot.” jawabku.
“Sekarang sudah malam, sebaiknya, kau kuantar pulang. Bahaya kalau kau pulang naik bus seorang diri.” seru Jonghyun khawatir.
“Oh. Baiklah.” jawabku.
Akhirnya aku ikut pulang dengan Jonghyun. Kami pun mengobrol banyak sepanjang perjalanan.
Semenjak hari itu, kami semakin akrab. Kadang-kadang, kami juga bertelpon jika ada waktu senggang.
***
Lima hari kemudian , majalah Asian Hits yang memuat foto kami pun terbit. Majalah Asian Hits edisi itu laku keras di ketiga negara. Tentu saja Pak Fujita sangat senang melihat hal itu. Sejak saat itu, banyak tawaran pekerjaan yang ditawarkan kepadaku. Tapi ada satu tawaran pekerjaan yang menarik perhatianku, yaitu membintangi video klip untuk boyband asal Korea Selatan bernama SHINee. Tentu saja aku menerima tawaran itu dengan senang hati karena Jonghyun sendiri yang menawarkannya kepadaku. Aku pun bermain dalam video klip itu bersama Jonghyun dan personil SHINee lainnya. Aku dan Jonghyun-pun semakin akrab hingga akhirnya kami menjalin hubungan special. Hubungan kami berjalan dengan sangat mulus sampai akhirnya, Jonghyun mengetahui suatu rahasia yang amat sangat besar.
***
Pagi-pagi Fuyumi sudah menjemputku di apartemenku. Bukannya segera jalan, kami malah mengobrol di lorong apartemenku.
“Jadi kau sekarang masih berpacaran dengan dia?” tanya Fuyumi kaget.
“Iya. Kami sudah berpacaran selama 5 bulan dan aku pun sudah bertemu dengan orangtuanya. Orangtuanya sangat baik sekali. Begitu juga dengan kakak perempuannya. Baik-baik semua terhadapku.” jelasku sambil tersenyum bahagia.
“Apa sampai sekarang kamu masih menganggap Jonghyun sebagai kak Takuya?” tanya Fuyumi heran.
“Entahlah.. aku tidak tahu..” jawabku gugup.
“Michelle Koizumi! Kau tidak bisa hidup dalam bayang-bayang kakakmu terus! Ingatlah! Dia itu KIM JONGHYUN. Bukan TAKUYA KOIZUMI, kakakmu itu.” saran Fuyumi dengan nada yang sedikit tinggi.
“Aku tahu itu, tapi, …” Fuyumi langsung memotong pembicaraanku.
“Kalau kau seperti itu terus, kau bisa menyakiti hatinya. Kau tidak mau menyesalkan nantinya? Lebih baik kau ubah cara pemikiranmu tentang Jonghyun sebelum waktunya terlambat agar kau lebih …” kata-kata Fuyumi terhenti ketika kami melihat Jonghyun yang berdiri terdiam di sudut lorong.
Sepertinya, Jonghyun sudah mendengar semua percakapan kami tadi.
“Koizumi, aku pergi dulu ya..” kata Fuyumi gugup sambil berjalan meninggalkan kami berdua. Aku tak tahu harus berbicara apa dengan Jonghyun. Bahkan, aku tidak bisa menatap mata indahnya. Kami pun terdiam selama beberapa saat lalu tiba-tiba, Jonghyun berkata dengan nada dinginnya.
“Jadi, selama ini kau berpacaran denganku hanya karena aku mirip dengan kakakmu?” tanya Jonghyun tidak percaya.
Aku terdiam seribu bahasa dan aku bingung, bagaimana cara menjelaskannya.
“Kenapa? Kenapa kau melakukan ini terhadapku? Kau tahu, walaupun aku mirip dengan kakakmu tapi aku ini bukanlah kakakmu. Karena aku dan kak Takuya adalah 2 pribadi yang berbeda. Aku pikir, kamu mengerti akan hal ini tapi ternyata aku salah besar. Aku amat sangat mencintaimu, namun, kau telah melukai hatiku. Aku kecewa sekali. Aku kecewa denganmu..”
Setelah berkata seperti itu, Jonghyun pun pergi meninggalkanku sendiri di lorong apartemenku. Aku langsung berlari menuju apartemenku sambil menahan tangis. Setelah sampai di kamar, aku langsung menumpahkan seluruh air mataku.
‘Ya, Tuhan.. kenapa aku menjadi seperti ini? Tidak seharusnya aku menyakiti Jonghyun. Dia tidak bersalah. Aku seharusnya sadar dari dulu bahwa Jonghyun bukanlah kak Takuya. Jonghyun, maafkan aku.. maafkan aku..’
***
Sudah hampir sebulan, aku tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Jonghyun. Aku merasa sangat rindu padanya. Aku baru sadar, ternyata aku benar-benar mencintainya. Bukan karena dia mirip dengan kak Takuya, tapi, itu karena adalah Kim Jonghyun.
Akhirnya, aku berencana untuk membuat video permintaan maaf untuknya. Aku akan merekamnya dengan webcam di kamarku.
“Hai Jonghyun! Apa kabar? Sudah hampir 1 bulan kita tidak pernah bertemu dan menelpon. Apakah kau masih marah kepadaku? Aku membuat video ini karena aku mau minta maaf kepadamu. Maaf.. karena telah menyakiti hatimu. Maaf.. karena telah menganggapmu sebagai kak Takuya. Maaf.. karena aku tidak bisa meminta maaf secara langsung kepadamu karena ketika kau melihat video ini, aku pasti sudah ada di pesawat menuju rumahku di Indonesia dan aku tidak akan kembali ke Jepang lagi. Maaf.. karena aku tidak pamit dulu kepadamu. Aku baru sadar setelah lebih dari sebulan lamanya, aku tidak bertemu denganmu, bahwa aku mencintaimu sebagai Jonghyun. Tapi, aku juga tahu. Kau tidak mau bertemu denganku lagi. Maka, aku tidak usah menggangu hidupmu lagi. Maafkan aku atas semua kesalahanku termasuk karena aku telah membuatmu jatuh cinta pada orang yang tidak tepat. Maafkan aku dan selamat tinggal. Aku mencintaimu, Jonghyun. Aku mencintaimu sebagai Kim Jonghyun. I Love You.” kataku dalam video itu. Aku menonton video itu sekali lagi sambil meneteskan air mata. Aku mengirim video itu ke youtube, emailnya Jonghyun dan aku juga mencantumkannya di fanbase milikku pribadi. Aku memasukkan laptopku dan segera berangkat menuju bandara.
‘Aku harus bertahan.. Aku harus melupakan Jonghyun mulai sekarang..’ kataku dalam hati untk menyemangati diriku sendiri.
***
Sudah 4 hari aku berada di Indonesia. Sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan Jonghyun. Tiba-tiba aku sudah mendapat telepon dari orangtuanya Jonghyun bahwa Jonghyun sedang berada di ICU rumah sakit selama 4 hari dan sampai sekrang belum sadarkan diri juga. Aku pun memesan tiket pesawat menuju Jepang saat itu juga. Sesampainya di Jepang, aku langsung menuju ke rumah sakit tempat Jonghyun di rawat. Di ruangan ICU, aku melihat Jonghyun tergeletak tak berdaya di atas ranjang dengan balutan luka di dahi dan kaki kirinya serta gypsum di jari telunjuk kanannya. Orangtua Jonghyun menceritakan apa yang telah terjadi. Aku tudak percaya kalau Jonghyun terbaring di ruang ICU ini karena kecelakaan yang dialaminya pada saat mengejarku ke Bandara.
Oh dear, kenapa hal ini harus terjadi? Kenapa Jonghyun harus mengalami kejadian yang sama dengan kak Takuya? Tuhan, tolong selamatkanlah dia. Aku tidak mau dia pergi dari sisiku. Kumohon..
***
Dengan kejadian itu, semua masa laluku terkenang lagi. Banyak wartawan yang mencariku untuk mendapatkan keterangan dari kecelakaan tersebut dan mengenal video postinganku. Bahkan banyak dari penggemar Jonghyun dan SHINee yang memarahiku dan menuduhku bahwa aku yang menyebabkan kejadian tersebut. Banyak dari fansnya kak Takuya yang ikut-ikutan marah padaku. Aku semakin frustasi atas semua kejadian itu. Untung saja, orangtuaku, Fuyumi, keluarganya Jonghyun bahkan personil SHINee memberikan dukungan untukku sehingga aku mampu mengendalikan diriku. Dengan melalui proses wawancara yang lumayan lama, akhirnya, masalah wartawan itu selesai dan aku merasa sedikit lebih lega.
***
Pagi-pagi, aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Jonghyun dan aku menatap dia yang terbaring lemas di ranjang.
“Sayang, kau mau sampai kapan terbaring disini? Apa kau tidak bosan diam disini terus? Tiap hari aku berada di sampingmu untuk menjagamu. Kenapa kau tidak sadar juga?” tanyaku padanya.
“Sadarlah, aku mohon. Kau tidak ingin melihat aku menangis kan? Sadarlah, Jonghyun. Aku mohon..” pintaku. Tiba-tiba, tangannya bergerak perlahan di dalam genggaman tanganku dan matanya! Matanya terbuka! Dia sadar.. Aku segera memencet bel yang ada di samping ranjang dan dokter segera datang ntuk memeriksanya bersama dengan tim paramedic lainnya. Jonghyun pun dinyatakan sudah sadar namun kesehatannya belum pulih total.
***
Satu minggu kemudian, dokter menyatakan kalau Jonghyun sudah pulih dan boleh pulang ke rumah. Tentu saja kami sangat senang mendengar hal itu. Keesokkan harinya, aku membantu Jonghyun untuk membereskan barang-barangnya sedangkan orangtuanya Jonghyun sedang mengurus biaya administrasi. Aku berada di kamar pasien untuk membantu Jonghyun.
“Hahh.. akhirnya aku sudah boleh pulang.” serunya gembira.
“Jonghyun???” panggilku dengan volume suara kecil.
“Ya?” tanya Jonghyun.
“Kau baik-baik saja?” tanyaku khawatir.
“Ya, tentu saja. Memangnya kenapa?” tanya Jonghyun lagi.
“Maafkan aku..” ujarku.
“Maaf? Untuk apa?” tanya Jonghyun bingung.
“Kau menjadi begini karena aku. Maafkan aku..” seruku sambil menahan tangis.
“Ya. Ini semua memang gara-gara kamu.” jawab Jonghyun.
Air mataku mengalir di pipi saat mendengar jawaban Jonghyun.
“Ja.. jadi, ka.. kau masih marah denganku?” tanyaku terbata-bata.
“Tidak..” jawabnya simpel.
“Ja.. jadi?” tanyaku lagi.
“Gara-gara kamu, aku jadi tahu apa makna cinta sebenarnya. Apa rasanya kehilangan, apa rasanya berkorban dan apa rasanya mencintai untuk dicintai kembali. Terima kasih, Koizumi. Kau telah mengubah hari-hariku. Aku mencintaimu. Saranghae.” kata Jonghyun sambil menarik tanganku dan memelukku erat.
“Aku juga mencintaimu Jonghyun. Aku mencintaimu.” seruku dalam tangis bahagiaku di pelukan Jonghyun.
Jonghyun meraih wajahku dengan kedua tangannya. Mataku terpejam dan merasakan sapuan hangat bibirnya di bibirku. Aku menikmati moment-moment romantic ini.
“Jonghyun-hyung! Ayo kita pul… ups, maaf..” seru Minho sambil tersenyum-senyun sendiri.
“Minho-ssi, kau tidak boleh mengganggu mereka..” ledek Key lagi.
“Tak kusangka, Jonghyun-hyung amat sanagt romantic. Aku iri denganmu, Koizumi. Kau dapat merasakan bibir seksinya Jonghyun-hyung!” ledek Taemin lagi.
“Taemin-gun! Tutup mulutmu!” seru Jonghyun sambil menyambit Taemin dengan bantal.
“Ada yang mau ayam goreng?” tanya Onew tiba-tiba.
“Onew sangate! (Onew condition)!” teriak semua member.
Aku yang melihat hal itu tertawa sambil menangis bahagia karena aku dan Jonghyun akhirnya bisa bersama lagi.

*THE END*


Jakarta, 26th February 2011
:]
Michelle Koizumi a.k.a Regina Michelle Widjaja

0 komentar:

Posting Komentar